Poetry

SAKAU

Pikiranku selalu memaki hati ini, 

Maaf aku masih merindukannya. 

Maaf karena bayangan sedetik,

 merecall kenangan yg selama ini dikubur rapat rapat. 

Seperti tombol auto yg tanpa izin memutar 

dengan runut a-z tanpa belas kasih. 

Rindu… 

Kini aku merindumu tuan 

Rasanya ingin sekali berlari kepelukanmu

Mengulang kisah manis yg telah dilalui

Kisah yg menjadi candu. 

Rindu

Aku sedang sakit, seperti orang sakau. 

Seperti pesakitan yg menunggu di amputasi

Tuan. 

Aku tak pernah mampu mengamputasi kamu di hatiku. 

Setiap kali aku mengamputasi.

Rasa itu tetap tumbuh. 

Kuat sekali kau menancapkan akar sayang di hatiku. 

Tuan 

Kenapa kau tidak pernah membiarkanku hidup tenang. 

Saat kau hadir di hidupkan kau selalu berhasil 

membuatku resah dengan tidak ada kabar darimu. 

Saat kau meninggalkanku tanpa penjelasan, 

kau menghantuiku dengan merindukanmu.

Tuan, 

saya sudah tidak kuat menunggu. 

Tolong bunuh rindu ini. 

Tolong bersihkan akar cintamu di hatiku. 

Tuan aku mohon lepaskan lah aku. 

Rabu 14 Maret, 2018, 7:36 PM

Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!