Poetry

Rindu dan Ego

Seharusnya tidak akan ada lagi rindu. 

Setelah semua luka ku telanjangi dihadapanmu. 

Di mutilasi sekecil2nya agar duri duri 

yang menghujam dapat ditemukan. 

Kemudian kita persidangkan dengan

 udara menjadi hakimnya. 

Semua sudah kembali putih dan hitam, 

tak ada lagi abu abu. 

Hitam semakin pekat dan putih semakin terang. 

Seharusnya kita bisa berdamai, 

karena tidak ada yg menang atau kalah. 

Kecuali kau memang ingin memenangkan egomu. 

Biarkan aku saja yang mengibarkan bendera putih

Egoku terlalu kenyang 

Aku tak akan pernah menang 

walaupun aku melawannya sampai mati. 

Lalu bagaimana denganmu?

Rabu 10 Juli 2019 08:50 PM

Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!