Diving

Peralatan Scuba Diving

SCUBA merupakan singkatan dari Self Contained Underwater Breathing Apparatus.  Scuba diving adalah kegiatan menyelam dengan menggunakan alat bantu berupa tabung untuk bernafas yang berisikan udara kering (sekitar 78% Nitrogen, 21 Oksigen, dan sisanya gas lain seperti layaknya udara yang kita hirup sehari-hari di darat).

Banyak orang berpikir bahwa isi dari tabung scuba adalah 100% oksigen murni, padahal isi dari tabung scuba adalah udara kering yang kemas dalam tabung dengan bantuan kompresor. Selain tabung scuba ada beberapa peralatan lain yang perlu diketahui dan dimiliki oleh para penyelam. Mari kita bahas satu per satu.

Peralatan Scuba Diving 2

Peralatan Scuba Diving

  1. Masker
  2. Snorkel
  3. Fins
  4. Boots
  5. Wetsuit dan sarung tangan
  6. Rompi Apung (BCD –Buoyancy Compensator Device)
  7. Weight Belt
  8. Pisau Selam
  9. Tas Selam
  10. Regulator
  11. Depth Gauge
  12. Kompas
  13. Dive Comp

Untuk Peralatan Scuba Diving no 1-4 mirip dengan peralatan snorkeling kalian dapat membaca disini

Wetsuit dan Sarung Tangan

5 peralatan Snorkeling yang perlu diketahui saat skin dive-Celotehanputeno
  Wetsuit
5 peralatan Snorkeling yang perlu diketahui saat skin dive-Celotehanputeno
                   Drysuit

Wetsuit merupakan pakaian yang dikenakan untuk memberikan perlindungan termal (menjaga suhu tubuh) saat berada dalam air. Biasanya wetsuit terbuat dari (neoprena) berbusa, yang dipakai untuk kegiatan  olahraga air atau aktivitas lain di dalam atau di atas air (skindive). 

Fungsi utama dari wetsuit  untuk menyediakan insulasi termal (menjaga suhu tubuh) saat berada di underwater (kedalaman). Selain itu  wetsuit  juga berfungsi untuk  memberikan daya apung, melindungi tubuh dari goresan karang, melindungi kulit dari paparan ultraviolet, serta melindungi tubuh dari sengatan dari organisme laut.

Sifat insulasi busa neoprena tergantung  pada gelembung gas yang tertutup di dalam material, hal ini berpengaruh terhadap kemampuannya untuk menghantarkan panas.  Gelembung tersebut juga membuat pakaian selam memiliki kepadatan yang rendah sehingga memberikan daya apung dalam air.

Pada daerah tropis untuk kegiatan snorkeling wetusit bukan menjadi alat yang wajib dipakai, karena suhu air masih hangat.  tetapi saat melakukan  kegiatan diving akan disesuaikan dengan suhu air saat melakukan penyelaman. Ukuran ketebalan weitsuit terdiri dari 3 mm dan  7 mm. 

Drysuit dipakai saat cuaca extrim seperti menyelam saat musim salju. Untuk pembahasan peralatan tambahan yang akan digunakan untuk scuba diving dapat dibaca pada postingan selanjutnya.

Sarung tangan mempunyai fungsi yang sama dengan weitsuit untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat, menjadi tangan dari goresan karang dan sengantan biaota laut.

Rompi Apung (BCD- Bouyancy Compensator Device)

Saat melakukan skin dive (snorkling) yang digunakan  rompi apung, tetapi saat melakukan penyemalam selain memakai weitsuit penyelam biasanya memakai peralatan berupa rompi yang dikenal dengan BCD.

BCD terdiri dari tiga tipe yaitu tipe front mount, back mounted, HUB System (Human Underwater Breathing), slidemount dan jacket style. Dari ketiga jenis tipe BCD tersebut yang paling umum dan banyak digunakan adalah jacket style.

Saat di permukaan (surface) BCD berguna untuk pelampung (daya appung positif), sedangkan saat berada dikedalaman (underwater) BCD berguna untuk menciptakan daya apung netral (netral bouyancy). Dengan menggunakan BCD, kita dapat turun, naik dan mengapung di permukaan dengan mudah dan efisien sehingga tidak banyak mengeluarkan tenaga.

BCD memiliki bagian-bagian yang harus diketahui dengan baik oleh pemakainya, seperti:

  1. Kantung udara (bladder) : saat menyelam daya apung diatur dengan menambah atau mengurangi udara dalam kantung udara, jadi fungsi dari bladder adalah menyompan udara.
  2. Low Pressure Inflator : terdiri atas power inflator yang berfungsi sebagai jalur masuk udara dari tabung selam, dibagian ini juga terdapat oral inflator yang berfungsi sebagai jalur masuk udara manual yang dihembuskan dari mulut sekaligus tempat keluarnya udara dari bladder.
  3. Dump Valve/katup kuras: berfungsi membuang udara dalam BCD, umumnya terletak dibagian pundak dan bawah BCD.
  4. Over Pressure Valve: berfungsi mengeluarkan udara dari bladder secara otomatis jika terisi udara berlebih
  5. Tank Adapter/dudukan tabung selam: terdapat dibelakang BCD dan terbuat dari metal atau plastik.
  6. Buckle dan Strap: memudahkan pemakain BCD dan pas dengan postur tubuh.
  7. D-rings: berfungsi sebagai tempat untuk mengaitkan peralatan selam lainnya.
  8. Pocket/kantung: untuk menyimpan peralatan,

Dalam memilih BCD, hal yang paling penting diperhatikan adalah ukuran yang pas dengan tubuh dan nyaman saat dipakai. Untuk merawatnya, setelah melakukan penyelaman bagian dalam BCD harus dibersihkan dengan air tawar, caranya masukan air tawar melalui oral inflator setelah itu kembungkan BCD dan kocoklah BCD agar air tersebar secara merata dibagian dalam BCD. Setelah bagian dalam dibilas kembungkan BCD dan jemur di tempat kering dan sejuk.

Weight Belt

Weight Belt merupakan sabuk yang  dirancang untuk membawa beban selam yang didistribusikan di sekitar pinggang penyelam, memungkinkan penyelam menyelam dengan lebih mudah. Weight Belt berguna untuk mengatur mobilitas dalam air dan mengyeimbangi daya apung penyelam dalam air. 

Umumnya, sistem pemberat menggunakan weight belt atau sabuk pemberat. Bagian gesper harus berfungsi secara quick release demi keamanan dan kenyamanan penyelam.

Kebutuhan jumlah pemberat tiap diver berbeda-beda. Jika kurang pemberat, kita akan kesulitan tenggelam.  Kalaupun kita bisa tenggelam dengan pemberat yang kurang maka kita akan mengalami kesulitan ketika harus mempertahankan posisi tubuh di kedalaman 5m (safety stop).

Lalu bagaimana jika membawa pemberat yang banyak supaya mudah tenggelam? hasilnya jika terlalu banyak membawa pemberat, tubuh anda akan terasa berat dan gerakan anda menjadi lamban atau tidak lincah ketika diving. Selain itu konsumsi udara kamu juga makin banyak sehingga persediaan udara anda akan habis lebih dulu dari rekan anda.

Beberapa prinsip dasar penentuan jumlah pemberat yang dibutuhkan penyelam adalah sebagai berikut :

  1. Penyelam harus dapat dengan mudah tenggelam secara perlahan-lahan dan tidak turun dengan cepat seolah-olah seperti tertarik gaya grafitasi bumi.
  2. Penyelam harus dapat berenang dengan mudah dan tidak terlalu banyak mengkonsumsi udara ketika menyelam.
  3. Ketebalan wetsuit yang digunakan penyelam mempengaruhi jumlah pemberat. Semakin tebal wetsuit semakin banyak pemberat yang harus dibawa.

Sebenarnya ada rumus yang mudah untuk menentukan jumlah pemberat yang diperlukan yaitu 10% dari berat badan penyelam. Sebagai contoh jika berat badan penyelam 55kg maka jumlah pemberat yang dibutuhkan adalah 5,5 kg. Pemberat yang tersedia untuk diving adalah kelipatan 1 kg jadi penyelam tersebut bisa menggunakan jumlah pemberat 6 kg (pembulatan keatas) atau 5 kg (pembulatan kebawah). Lalu mana yang dipilih hasil pembulatan ke atas atau pembulatan ke bawah?

Jika diasumsikan anda menyelam di laut (air asin) dan menggunakan wetsuit 3mm serta masih belum menguasai teknik bouyancy maka untuk amannya gunakan hasil perhitungan rumus dengan pembulatan ke atas. Sebaliknya jika anda sudah menguasai teknik bouyancy maka menggunakan hasil perhitungan rumus dengan pembulatan ke bawah tidak akan masalah. Jika anda menggunakan wetsuit dengan ketebalan 0,5mm atau 1,0mm maka anda bisa kurangi 1 kg dari hasil pembulatan ke bawah.

Penentuan jumlah pemberat hanya berdasarkan hasil perhitungan rumus bisa saja tidak valid. Oleh karena itu sebaiknya setelah mendapatkan jumlah pemberat dengan perhitungan rumus maka cobalah tips berikut ini (hasil percobaan di air tawar tidak akan sama dengan di air laut) :

  1. Gunakan seluruh peralatan scuba (masker, snorkel, fin, BCD, regulator dan tabung dengan tekanan udara penuh 3000 psi atau 200 bar). Gunakan weight belt dengan jumlah pemberat sesuai perhitungan rumus diatas kemudian inflate BCD sehingga anda bisa mengapung dengan santai dalam posisi berdiri tanpa menggerakan kaki (permukaan air dibawah dagu). Jangan gerakan kaki, karena gerakan kaki menggunakan fin akan menyebabkan tubuh anda terangkat keatas.
  2. Tarik napas dengan normal dan tahan. Angkat deflator di atas kepala dan tekan tombol deflate untuk membuang udara yang ada di dalam BCD secara perlahan-lahan. Jika anda membuang nafas maka jangan tekan tombol deflate. Tahan nafas lagi dan tekan tombol deflate hingga permukaan air mencapai diperbatasan ubun-ubun dan rambut anda.
  3. Jika udara di BCD sudah habis dan kondisi paru sedang menahan nafas sedangkan permukaan air masih belum mencapai perbatasan rambut dan ubun-ubun, berarti jumlah pemberat yang anda gunakan masih kurang. Anda perlu menambah 1 kg lagi dan kembali ke langkah 1. Jika ternyata udara di BCD masih banyak dan anda cenderung tenggelam walaupun nafas sudah anda tahan berarti jumlah pemberat yang anda gunakan terlalu banyak. Kurangi 1 kg dan kembali ke langkah 1.
  4. Ketika permukaan air sudah di perbatasan rambut dan ubun-ubun maka hembuskan nafas untuk mengosongkan udara di paru, saat itu anda harus tenggelam secara perlahan dan ketika menarik nafas lagi maka anda berhenti tenggelam. Jika ternyata anda tidak tenggelam maka ulangi tarik nafas dan hembuskan untuk mencoba lagi. Jika ternyata anda masih tidak tenggelam berarti perlu menambahkan pemberat 1 kg lagi dan kembali ke langkah 1.

Banyak faktor yang mempengaruhi jumlah pemberat yang ideal untuk tiap penyelam. Jumlah pemberat yang digunakan di weight belt sangat mempengaruhi kenyamanan diving. Kamu harus mengetahui dan hafal kebutuhan jumlah pemberat untuk anda sendiri di setiap lingkungan penyelaman sepeti air tawar atau air asin.

Kamu juga harus memeriksa ulang kebutuhan pemberat jika sudah lama tidak menyelam. Kesalahan membawa jumlah pemberat akan memunculkan resiko diving seperti susah berenang, turun terlalu cepat  hingga menabrak karang di dasar laut, konsumsi udara boros dan cepat habis serta makin lama menyelam cederung makin naik ke permukaan.

Regulator

Peralatan Scuba Diving 6

Regulator SCUBA adalah perangkat penyalur aliran udara yang dapat merubah udara bertekanan tinggi yang ada di tebung selam menjadi udara bertekanan sesuai dengan kebutuhan penyelam.

Regulator dibedakan menjadi 2 yaitu Open Circuit dan Closed Circuit. Open Circuit adalah regulator yang memiliki system dimana sisa udara dibuang keluar semuanya sedangkan Closed Circuit sisa udara disaring dan disirkulasikan kembali. Pada artikel ini aku hanya akan menjelaskan tentang regulator jenis open circuit saja. Regulator jenis open circuit dipisahkan lagi berdasarkan kategori perubahan tekanannya pada model single hose dan double house.

Single Hose

Single Hose adalah tipe regulator open circuit yang umum digunakan oleh semua kalangaqn penyelam. Jenis regulator ini mengurangi tekanan di 2 tempat yaitudi bagian firdt stage (bagian regulator yang dipasangkan pada valve tabung) dan second stage (bagian yang dipasangkan ke mulut). Tekanan di first stage merupakan tekanan yang besar karena berhubungan langsung dengan tabung, jadi tekanan udara ini harus dikurangi agar udara yang ada di dalam tabung dapat digunakan bernafas bagi penyelam. Tekanan udara rendah mengalir di second stage dengan maksimum tekanan 80 psi yang dapt digunakan bernapas oleh penyelam.

Double Hose

Tipe ini adalah tipe regulator lama, dimana fungsi regulator yang mengurangi tekanan berada pada 1 unit (first stage dan second stage yang tersambung langsung pada tabung selam). Kelebihan dari regulator jenis ini adalah tidak adanya gelembung yang menghalangi pandangan saat penyelaman. Namun kelemahannya adalah regulator ini tidak dapat disambungkan ke BCD dan harus mengggunakan tabung J-valve.

Bagian-bagian Regulator

  • First stage: berfungsi untuk menurunkan tekanan tinggi pada tabung hingga 135 psi, dibagian fisrst stage ini ada dust cover yang berfungsi melindungi first stage dari debu dll.
  • Second stage: pada tingkat kedua ini tekanan udara akan sesuai dengan yang dibutuhkan penyelam.
  • High pressure hose: selang bertekanan tinggi yang akan langsung berhubungan dengan tekanan asli yang ada di tabung, tekanan dapat dilihat pada pressure gauge.
  • Console: console adalah komponen yang tersusun dari deep gauge, pressure gauge dan kadang pula terdapat kompas bawah air.
  • Low pressure hose: adalah bagian selang yang terhubung langsung dengan inflator pada BCD
  • Primary regulator: adalah komponen yang membantu penyelam sehingga bias bernafas di bawah air, di dalam primary regulator terdapat purge button untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam primary. Primary dan octopus terhubung pada tabung selam melalui second stage sehingga udara yang keluar dapat digunakan sesuai kebutuhan penyelam.
  • Octopus: octopus adalah secondary regulator yang memiliki hose lebih panjang tujuannya agar sebagai alternatif jika disaat penyelaman mitra selam mengalami gangguan pada regulator atau habisnya tabung selam mitra selam, jika primary regulator mengalami kerusakan kita dapat memakai octopus untuk sementara saat penyelaman.

Cara perawatan regulator adalah setelah melakukan penyelaman regulator harus dicuci dengan air tawar yang bersih, tutup dust cover agar first stage tidak kemasukan air, jangan menekan purge button karena dapat menyebabkan air masuk ke bagian dalam first stage. Jemur ditempat yang kering dan sejuk dengan cara menggantungkan regulator.

Depth Gauge

Peralatan Scuba Diving 7

Depth Gauge adalah indicator yang menunjukan jumlah udara oksigen yang ada di dalam tabung. Selain itu juga menunjukan kedalaman, kompas, tekanan udara, dan suhu udara saat menyelam.

Kompas

Kompas digunakan untuk mengetahui arah saat berada di kedalaman

Dive Comp

Peralatan Scuba Diving 8

Dive Comp berfungsi untuk menunjukan tekanan udara, kedalaman air, dan suhu udara. Alat ini menjadi petunjuk berapa lama seorang penyelam dapat bertahan di dalam air. Semakin dalam menyelam di laut maka semakin gelap karena cahaya matahari semakin sedikit yang masuk ke dalam air.

Kenapa kita wajib memiliki Divecomp sendiri ? Alasan utamanya untuk keamanan dan keselamatan diri dari resiko terkena decompression illness adalah hal yang paling utama (safety first) dalam penyelaman. Kami tahu dan paham bahwa dive comp adalah salah satu dive gear yang mahal untuk diinvestasikan, namun kami memiliki beberapa alasan tepat mengapa harus memiliki dive computer sendiri. Bisa dibaca disini

Sumber :

https://www.scubadivingsurabaya.com/2012/09/tips-menentukan-kebutuhan-pemberat.html

Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Back to top button
error: Content is protected !!