Poetry

Hope

Kita tak meng-harap. Kita ber-harap. 

Menggapai optimisme. 

Kita tahu bahwa dalam hidup: gelap tak pernah lengkap,

terang tak pernah sepenuhnya membuat siang. 

Di dalam celah itulah agaknya harapan; sederhana, sementara,

tapi akan selalu menyertai kita jika kita tak melepaskannya.

Jangan-jangan Allah menyisipkan

 harapan bukan pada nasib dan masa depan, 

melainkan pada momen-momen kini 

dalam hidup—yang sebentar,  tapi menggugah, mungkin indah.

Kadang kita hanyalah jiwa yang bisu. 

Tak mampu berkata kemudian menipu. 

Berharap baik baik saja, padahal sakit di jiwa. 

Bilang tak apa apa, tapi berharap tatapan mengapa?

Kadang kita hanya ingin bercerita. 

Menuangkan semua keluh kesah yang ada. 

Melepas takut yang mengikat. 

Berharap pekat tak lagi lekat.

Penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika 

kamu kehilangan kepercayaan diri dan harapan. 

Ketika Allah tak ada dalam tujuan hidupmu.

Inilah aku, ya Allah. 

Telah datang memenuhi panggilan-Mu  

untuk mengharap anugerah dari sisi-Mu, 

maka jangan Engkau sia-siakan 

harapanku.

Minggu 27 Januari 2019 11:43 PM

Show More

Reno

Traveler, Backpacker, Animation Lover, Animal's Lovers, Pluviophile, Nyctophilia,

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.

Check Also
Close
Back to top button
error: Content is protected !!